Friday, December 16, 2016

ADMINISTRASI SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

1.      Perintah-Perintah Dasar Sistem Operasi (DOS)

DOS merupakan sistem operasi yang menggunakan interface command-line yang digunakan para pengguna komputer pada dekade tahun 1980-an. Untuk fasilitas booting komputer dan menjalankan beberapa aplikasi software, misalnya WS dan Lotus. Masih banyak Fungsi DOSyang digunakan pada zaman sekarang, terutama dalam menyelesaikan beberapa troubleshooting pada hardware komputer. Walaupun bisa juga dilakukan pada sistem operasi berbasis GUI.
Berikut ini fungsi-fungsi DOS:
·         Mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan komputer
·         Mengatur memori
·         Mengatur proses input dan output data
·         Management file
·         Management directory
Dalam menggunakan DOS diperlukan pemahaman tentang perintah perintah untuk menjalankan DOS. Untuk masuk ke DOS sendiri cukup klik run-cmd-enter.
Beberapa peritah yang dapat anda gunakan dalam DOS:
a.      CD : Memindah direktori.
misalnya cd windows, untuk pindah ke direktori windows
b.      Copy: Meng-copy file
c.       Copy file1.txt filebaru.txt
Meng-copy file1.txt, nama file hasil copy-an adalah filebaru.txt. Jadi akan terdapat file1.txt dan filebaru.txt dengan isi yang sama. Ganti file1.txt dan filebaru.txt dengan nama file yang akan Anda copy
d.      copy file1.txt c:\data
Mengcopy file1.txt ke directory data pada drive C (nama file hasil copy-an adalah file1.txt)
e.       copy file1.txt c:\data\filebaru.txt
Meng-copy file1.txt ke directory data dengan nama file hasil copy-an filebaru.txt
f.       dir : menampilkan file dan direktori
g.      dir d:  membuka file di direktori d
h.      dir /w
Menampilkan file dan directory secara “singkat” (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)
i.        ren: Mengganti nama file
j.        ren filelama.txt filebaru.txt
Mengganti nama file filelama.txt menjadi filebaru.txt
Itu tadi adalah perintah umum yang dipakai dalam DOS..Sekarang saya akan memberikan perintah perintah dasar dalam DOS:
 
·         ATTRIB =>Perintah eksternal Untuk melihat/mengubah atribut file
·         CLS        =>Perintah internal Untuk menghapus layar monitor
·         COPY    =>Perintah internal Untuk mengcopi file
·         DEL        =>Perintah internal Untuk menghapus file
·         DIR         =>Perintah internal Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
·         MD         =>Perintah internal Untuk membuat direktori/folder baru
·         RD          =>Perintah internal Untuk menghapus folder (folder kosong)
·         REN       =>Perintah internal Untuk mengubah nama file/folder
·         TYPE     =>Perintah internal Untuk melihat isi file
·         EDIT         =>Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
·         FDISK      =>Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
·         FORMAT =>Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
·         MORE      =>Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus

2.      Registry Editor
Regedit adalah database hirarki yang digunakan untuk mengatur informasi yang dibutuhkan oleh Sistem  Windows..regedit menampilkan Registry ke dalamformat yang hampir mirip dengan Windows Explorer yang sering anda gunakan. Di dalam regedit tersebut anda dapat mengedit informasi untuk sistem semau anda..tetapi tidak bisa sembarangan. Dan harus mengetahui apa fungsi dari setiap informasi yang ada pada regedit.
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan Gpedit.msc digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry.
Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :
a.      HKEY_LOCAL_MACHINE
Sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
b.      HKEY_USERS
Sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier (SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER
c.       HKEY_CLASSES_ROOT
Sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embedding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
d.       HKEY_CURRENT_CONFIG
Sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
e.       HKEY_DYN_DATA
Yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.

3.      Dekstop Environment (System and Security, Network and Internet)
a.      System and Security
Berisi semua alat yang akan digunakan untuk melakukan sistem, administrasi, dan tugas-tugas yang berhubungan dengan keamanan. Katagorinya adalah:
1.      Action Center
Untuk melihat security dan maintenance pada Windows dan untuk melakukan trubleshooting maupun recovery.
2.      Windows Firewall
Untuk meningkatkan keamanan dari serangan jaringan, dll.
3.      System
Untuk melihat spesifikasi komputer
4.      Windows Update
Untuk menerima data update secara otomatis
5.      Backup and Restore
Untuk mengembalikan (restore) komputer dalam keadaan backup
b.      Network and Internet
1.      Network and Sharing Center
Untuk melihat status jaringan, mengoneksikan ke jaringan melihat perangkat yang digunkan dalam jaringan, dan terdapat pengaturan wireless.
2.      Home Group
Untuk mengatur jaringan peer-to-peer yang telah di desain ulang dan untuk mempermudah user untuk melakukan setup home network
3.      Internet Options
Untuk mengatur browser Internet Explorer.
 
4.      Dekstop Environment (Hardware and Sound, Programs)
c.       Hardware and Sound
1.      Device and Printers
Untuk mengkonfigurasi hardware atau printer yang terdeteksi pada komputer
2.      Sound
Untuk mengatur penyuaraan dan hardware yang digunakan paa PC
3.      Display
Untuk mengatur resolusi layar komputer, mengatur pencahayaan, dll.
d.      Programs
1.      Program and Features
Untuk menginstall atau menguninstall program aplikasi atau Windows Update
2.      Defalut Programs
Untuk membuat programs kembali ke pengaturan awal
3.      Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop, menuninstall gadgets, dan menambah gadgets untuk di dekstop.

5.      Dekstop Environment (User Account and Family Safety, Appearence and Personalization, Clock, Language and region, Ease of Access)
e.       User Account
1.      User Account
Untuk menambah atau menghapus akun, mengganti gambar akun, mengganti password akun.
2.      Parental Controls
Untuk mengatur akun user untuk menjalankan program tertentu.
f.       Appearence and Personalization
1.      Personalization
Untuk mengganti tema, background dekstop, screen saver, dll
2.      Display
Untuk mengatur resolusi layar, mengatur ukuran teks
3.      Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop
4.      Taskbar and Start Menu
Untuk mengatur Start Menu, ikon pada taskbar, dan gambar Start Menu.
5.      Folder Options
Untuk mengatur pengaturan folder, seperti hidden folder,dll
6.      Fonts
Untuk mengatur size dan fonts
g.      Clock, Language and Region
1.      Date and Time
Untuk mengatur tanggal, waktu, zona waktu, dll
2.      Region and Language
Untuk mengatur bahasa, mata uang, fotmat waktu, dll
h.      Ease of Access

Untuk menyesuaikan pengaturan komputer, untuk penglihatan, pendengaran, dan mobilitas serta mengkonfigurasi pengenalan suara.

PROSES BOOTING PADA SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

 

1.      Boot Manager

Boot manager adalah suatu aplikasi yang menjadi bawaan dari semua jenis Linux untuk mengatur proses booting agar dapat digunakan untuk multiple boot. Sebagai contoh Kita telah meng-install Windows XP dan ingin meng-install Linux Ubuntu maka secara otomatis bila Linux telah terinstall di hardisk maka Linux akan membuat pilihan booting untuk multiple boot.
Proses booting adalah suatu proses yang terjadi pada saat seseorang menghidupkan komputer, dimana masuknya arus listrik ke dalam peralatan komputer.
 

a.      Pada windows, proses start up booting dapat diuraikan sebagai berikut :

1.      MBR (Master Boot Record) adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
2.      NTLDR kemudian memindahkan komputer ke “flat memory model” (bypassing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
3.      Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
4.      Sebelum meload Windows XP, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
5.      NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah “kernel” Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL)
6.      NTOSKRNL kemudian menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa “low-level system drivers”. Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat “core” sistem operasi windows xp.
7.      Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
8.      Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “Welcome To Windows XP boot screen”.
9.      Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “logon screen”.

b.      Berdasarkan prosesnya, booting dapat dikenali dengan beberapa jenis, yaitu:

1.      Cold Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer dalam keadaan mati. Cold boot dilakukan dengan cara  menghidupkan komputer dengan menekan tombol switch power. Booting dingin mendaur ulang akses memori acak komputer sekaligus juga menghapus virus-virus yang mungkin berada dalam memori sebelumnya.
2.      Warm Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Dengan tujuan mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm Boot ini biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem. Atau Warm boot bisa juga diartikan mengaktifkan kembali tanpa harus dimatikan terlebih dahulu, misalnya dengan menekan tombol reset, atau memencet sekaligus tombol CTRL+ALT+DEL pada sistem operasi Disk Operating System (DOS). Me-restart komputer dengan menekan Ctrl+Alt+Del atau melakukan shutdown dan restart. Booting panas ini dapat dideteksi dan dimanipulasi oleh virus.
3.      ­­­­­­­Soft Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dikendalikan melalui sistem.
4.      Hard Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dilakukan dengan cara dipaksa.
5.      ReBoot → Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. reBoot dilakukan oleh beberapa hal, antara lain seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama, atau terjadi perubahan setting dalam sistem.
 
2.      POST (Power On Self Test)
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
a.      Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1.      Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
2.      Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3.      Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4.      Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5.      Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6.      Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7.      Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
b.      Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:



No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
CPU dan Monitor mati, tidak ada beep
1.      Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2.      Power supply
2
CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep
1.      Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
2.      Monitor
3
CPU hidup, Monitor Mati, ada beep
Disesuaikan dengan beep

Kode Beep AWARD BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1 beep pendek
PC dalam keadaan baik
2
1 beep panjang
Problem di memori
3
1 beep panjang 2 beep pendek
Kerusakan di modul DRAM parity
4
1 beep panjang 3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA.
5
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memori atau memori video

Kode Beep AMI BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
3
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4
4 beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6
6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7 beep pendek
Video Mode error
8
8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
9
9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS bermasalah
10
10 beep pendek
CMOS shutdown read/write mengalami errror
11
11 beep pendek
Chache memori error
12
1 beep panjang 3 beep pendek
Conventional/Extended memori rusak
13
1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal

Kode Beep IBM BIOS


No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
Tidak ada beep
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3
beep terus menerus
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulang-ulang
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5
1 beep panjang 1 beep pendek
Masalah Motherboard
6
1 beep panjang 2 beep pendek
Masalah bagian VGA Card (mono)
7
1 beep panjang 3 beep pendek
Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8
3 beep panjang
Keyboard error
9
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit