Wednesday, December 14, 2016

Casing Komputer, Power Supply dan Jenis-jenis Konektor

 1. Casing Komputer

Casing komputer adalah rumah atau wadah bagi hardware (perangkat keras) komputer seperti motherboard, processor, video card, power supply, hardisk, optical drive, kipas pendingin . Fungsi casing adalah sebagai sebuah wadah bagi perangkat keras komputer, juga berguna untuk melindungi perangkat komputer dari debu dan kotoran yang mungkin bisa merusak hardware komputer tersebut.
 
- Jenis-jenis Casing Komputer
a. Casing Full-Tower
Merupakan jenis casing terbesar dari yang lain. Pada jenis  ini dapat menampung semua ukuran motherboard (Micro-ATX,ATX,E-ATX  dan XL-ATX). Biasa digunakan  oleh para gamer/mereka-mereka yang antusias dengan hardware komputer.
b. Casing Mid-Tower
Casing mid-tower memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan casing full-tower tapi masih bisa menampung motherboard dengan ukuran Micro-ATX dan ATX, casing ini paling banyak orang gunakan saat ini.
c. Casing Mini-Tower ATX
Casing mini-tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan casing mid-tower, casing jenis ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Micro-ATX.
d. Casing Mini-Tower ITX
Casing inihanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Mini-ITX dan ukurannya jauh lebih kecil kalau dibandingkan casing mini-tower ITX. Biasanya casing jenis ini menggunakan power supply dengan ukuran khusus yang lebih kecil dari power supply yang biasa kita lihat di dalam casing-casing komputer kebanyakan.
 
- Casing Lainnya 
a. Casing Slim
Umumnya bersifat fleksibel karena bisa digunakan dengan posisi tidur atau berdiri. PC saat ini banyak yang menggunakan model slim. 
b. Casing Desktop
Biasanya ditempatkan diatas meja (posisi tidur). Umumnya konstruksi casing cukup kokoh sehingga monitor dapat diletakkan diatasnya. Komputer branded, yaitu komputer keluaran pabrik yang seluruh kompunennya diproduksi oleh satu pabrik, banyak diproduksi dengan model casing desktop seperti ini (seperti IBM desktop, Dell, Acer, Compaq, dll), yang mendukung Pentium II dan III.
c. Casing Large Server
Biasanya berbentuk seperti filecabinet dengan ukuran yang cukup besar.
d. Casing Rackmmount
Casing model ini merupakan komputer yang ditempatkan pada rack khusus server atau perangkat jaringan lainnya.

2. Power Supply

Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung ke komponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC.
 
- Jenis-jenis Power Supply
a. Power Supply AT
Power supply ini memiliki kabel power yang langsung dihubungkan ke mainboard yang terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9). Kabel yang berwarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan. Pada jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan casing.
b. Power Supply ATX (Advanced Technology Extended)
Adalah jenis power supply jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan AT dan ATX yaitu pada tombol powernya, power supply AT menggunakan Switch DAN ATX menggunakan tombol untuk mengirikan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard.

3. Jenis-jenis Konektor

a. Konektor 20/24 Pin ATX Motherboard
Konektor yang berjumlah 20-24 pin ini digunakan untuk memberi daya langsung ke motherboard. Biasanya untuk motherboard versi lama menggunakan konektor yang berjumlah 20 pin. Sedangkan untuk motherboard yang terbaru sudah mulai menggunakan konektor berjumlah 24 pin. Antara konektor 20 pin dan 24 pin tidak ada bedanya. Sebenarnya konektor 24 pin ini merupakan konektor 20 pin yang ditambah dengan konektor 4pin. Keduanya ini bisa digabungkan dan dilepas, untuk menyesuaikan keadaan pada motherboard.
b. ATX 4 Pin Connector
Digunakan sebagai pemberi tegangan untuk processor. Konektor ini sudah mulai dipakai sejak processor kelas pentium IV hingga yang terbaru saat ini. Jadi pada pentium IV kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan lagi.
c. 4 Pin Peripherial Power Connector / Molex Connector
Konektor ini digunakan untuk memberi tegangan terhadap berbagai hardware seperti harddisk, CD/DVD ROM, dan kipas casing.
d. SATA Power Connector
Digunakan untuk memberi tagangan terhadap hardware yang menggunakan port SATA seperti Harddisk SATA, dan juga CD/DVD ROM SATA. Digunakan juga untuk mensupply tegangan untuk komponen hardware yang menggunakan interface SATA seperti Hardisk SATA dan CD/DVD ROM SATA.
e. Floppy Drive Connector / Berg Connector
Ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external audio card. Karena penggunaan Floopy Drive sekarang sangat jarang, maka konektor ini jarang digunakan.
f. 6 Pin PCI-E connector
Digunakan untuk memberikan daya tambahan pada perangkat VGA card atau kartu grafis yang berjenis PCI Express karena VGA Card jenis PCI-E membutuhkan daya yang lebih dibandingkan dengan VGA jenis lainnya

0 komentar:

Post a Comment